Rapat Rutin Bukan Sekadar Formalitas, Gunaido Tekankan Disiplin dan Kinerja Pegawai

Oplus_131072

KOTABUMI — Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lampung Utara mulai memperketat perhatian terhadap disiplin dan kinerja aparatur. Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Kominfo Lampung Utara, Gunaido Uthama, S.IP., M.H., dalam rapat rutin bulanan, Selasa (1/9/2026).

Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Dinas Kominfo tersebut diikuti seluruh jajaran pejabat dan staf. Evaluasi kinerja, program kerja, hingga kedisiplinan pegawai menjadi sorotan utama.

Gunaido menegaskan, setiap pegawai harus memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Pekerjaan tidak boleh dibiarkan menumpuk atau ditunda tanpa alasan yang jelas.

“Setiap pegawai wajib memahami serta menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Pekerjaan harus diselesaikan dengan benar, tepat waktu, dan tidak boleh ditunda. Hal ini berlaku untuk seluruh bidang di lingkungan Dinas Kominfo,” tegas Gunaido.

Menurutnya, disiplin bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur kinerja pegawai secara berjenjang.

Karena itu, seluruh jajaran, termasuk pegawai non-ASN, diminta menunjukkan tanggung jawab dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Setiap bidang juga didorong untuk memastikan program kerja yang telah disusun benar-benar berjalan dan memberikan hasil maksimal.

Bukan hanya soal absensi, evaluasi juga diarahkan pada sejauh mana setiap pegawai mampu menuntaskan pekerjaan dan menjalankan program sesuai target.

Dalam kesempatan tersebut, Gunaido turut mengingatkan jajaran agar tidak mengabaikan aset dan barang inventaris milik kantor. Seluruh fasilitas penunjang pekerjaan diminta dirawat dan digunakan secara bertanggung jawab.

“Alat kerja yang terawat adalah jaminan kelancaran tugas kita di lapangan,” tambahnya.

Rapat berlangsung tertib dan menjadi momentum bagi jajaran Dinas Kominfo Lampung Utara untuk memperkuat komitmen meningkatkan kinerja.

Dengan evaluasi yang dilakukan secara rutin, disiplin pegawai diharapkan tidak berhenti sebatas imbauan, tetapi benar-benar tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Kini tantangannya jelas: bukan sekadar hadir di kantor, tetapi bagaimana setiap pegawai mampu membuktikan kinerja melalui pekerjaan yang selesai, tepat waktu, dan memberikan manfaat.(Rosadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *