KOTABUMI — Pemerintah Kabupaten Lampung Utara mulai memperkuat langkah menghadapi persoalan stunting. Bukan sekadar rapat dan menyusun dokumen, pemerintah daerah menegaskan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) harus bergerak nyata hingga menyentuh anak-anak yang benar-benar membutuhkan.
Komitmen itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendali Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) Kabupaten Lampung Utara Tahun 2026, yang digelar di Ruang Tapis Setdakab Lampung Utara, Rabu (9/9/2026).
Rapat dibuka oleh Bupati Lampung Utara yang diwakili Sekretaris Daerah Dra. Intji Indriati, M.H. Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakannya, Sekda menegaskan bahwa berbicara mengenai stunting berarti berbicara tentang masa depan anak sekaligus masa depan Kabupaten Lampung Utara. Sebab, stunting bukan semata-mata persoalan tinggi dan berat badan anak.
Di balik seorang anak yang mengalami gangguan pertumbuhan, terdapat potensi masa depan yang bisa terhambat. Ada kecerdasan yang harus dijaga, kesehatan yang harus dilindungi, serta cita-cita yang harus terus ditumbuhkan.
“Saya berharap rapat koordinasi ini tidak berhenti pada pembahasan dan dokumen semata. Rapat ini harus menjadi titik awal lahirnya gerakan yang nyata, terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” ujar Sekda.
Pemkab Lampung Utara meminta Tim Pengendali Genting memastikan data anak yang membutuhkan intervensi benar-benar dipetakan secara baik.
Data tersebut menjadi kunci agar bantuan, terutama dukungan pemenuhan gizi, tidak salah sasaran.
Langkah tersebut dinilai penting agar program tidak berhenti sebatas seremoni atau laporan administrasi.
Sebab, keberhasilan penanganan stunting tidak cukup diukur dari berapa banyak rapat yang digelar atau berapa banyak dokumen yang disusun. Ukurannya adalah sejauh mana intervensi benar-benar mengubah kondisi anak yang menjadi sasaran.
Pemkab Lampung Utara juga mendorong agar Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting tidak dipandang hanya sebagai program pemerintah.
Gerakan tersebut harus menjadi kepedulian bersama antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, organisasi sosial dan seluruh elemen yang memiliki perhatian terhadap masa depan generasi Lampung Utara.
“Mari kita jadikan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting bukan sekadar sebuah program, tetapi sebuah gerakan hati. Gerakan yang mengajarkan kepada kita bahwa setiap anak berharga, setiap kehidupan harus dijaga, dan setiap masa depan harus diperjuangkan,” tandasnya. (Rosadi)











