BANDAR LAMPUNG — Sebanyak 98 kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung resmi dilantik, Jumat (11/9/2026).
Namun, pelantikan yang menghadirkan puluhan wajah baru di jajaran pimpinan satuan pendidikan itu bukan sekadar seremoni pergantian jabatan.
Di balik sumpah jabatan yang diucapkan, ada tanggung jawab besar yang kini melekat. Para kepala sekolah dituntut membuktikan bahwa rotasi tersebut benar-benar mampu membawa perubahan, bukan sekadar memindahkan pejabat dari satu sekolah ke sekolah lainnya.
Pelantikan dipimpin Kepala Disdikbud Provinsi Lampung Thomas Amirico, S.STP., M.H., berdasarkan Surat Disdikbud Provinsi Lampung Nomor 400.14.1.1/185V.01/2026 tertanggal 10 September 2026.
Kegiatan berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB di Aula Disdikbud Provinsi Lampung, Jalan Drs. Warsito Nomor 72, Teluk Betung, Bandar Lampung.
Dari 98 kepala sekolah yang dilantik, 66 merupakan kepala sekolah SMA Negeri, 28 kepala sekolah SMK Negeri, dan empat kepala sekolah SLB Negeri.
Sebagian kepala sekolah tetap dipercaya memimpin sekolah sebelumnya, sementara lainnya mendapat penugasan baru, bahkan terjadi perpindahan lintas satuan pendidikan dan wilayah.
Di tengah rotasi tersebut, Thomas Amirico memberikan pesan yang tak bisa dianggap angin lalu.
Ia menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi struktural yang memberikan kewenangan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
“Saya berharap amanah yang diberikan ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas dan profesionalitas. Jabatan kepala sekolah bukan sekadar sebuah posisi, tetapi merupakan amanah untuk memastikan proses pendidikan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi peserta didik,” kata Thomas.
Lebih jauh, Thomas mengingatkan para kepala sekolah agar tidak keluar dari koridor aturan. Transparansi dan akuntabilitas harus dijaga. Kewenangan tidak boleh disalahgunakan.
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan penting dalam pelantikan kali ini. Sebab, kepala sekolah bukan hanya bertanggung jawab terhadap proses pembelajaran, tetapi juga memiliki posisi strategis dalam mengelola berbagai sumber daya sekolah
Thomas juga meminta kepala sekolah membangun komunikasi yang baik dengan guru, tenaga kependidikan, siswa, orang tua hingga masyarakat.
Thomas menegaskan, mutasi dan rotasi kepala sekolah harus menjadi momentum menghadirkan energi baru dan perubahan positif di setiap satuan pendidikan.
“Kepada para kepala sekolah yang berpindah maupun yang mendapat amanah di tempat baru, jadikan mutasi dan pelantikan ini sebagai momentum untuk memberikan energi baru. Tunjukkan kinerja, tingkatkan mutu pendidikan dan ciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman serta berprestasi,” ujarnya.
Dengan kata lain, kepala sekolah yang baru dilantik tidak cukup hanya menempati ruang kerja baru.
Harus ada peningkatan kualitas pembelajaran, tata kelola yang lebih baik, lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman, serta prestasi peserta didik yang semakin terukur.
Sebab, rotasi tanpa perubahan hanya akan menjadi pergantian nama di atas kertas. Thomas kembali menegaskan bahwa ukuran keberhasilan seorang kepala sekolah bukanlah seberapa lama seseorang menduduki jabatan, melainkan seberapa besar perubahan positif yang mampu diwujudkan.
“Ukuran keberhasilan seorang kepala sekolah bukan semata-mata jabatan yang diemban, tetapi perubahan positif yang mampu diwujudkan di sekolah dan kemajuan yang dirasakan oleh peserta didik,” katanya.
Pesan itu sekaligus menjadi tantangan bagi 98 kepala sekolah yang baru dilantik.
Publik tidak membutuhkan sekadar kepala sekolah baru. Publik membutuhkan pemimpin sekolah yang mampu bekerja, berintegritas, terbuka dan menghasilkan perubahan.
Sebab, yang akan menjadi ukuran bukanlah kemeriahan seremoni pelantikan, melainkan apa yang berubah setelah mereka duduk di kursi kepala sekolah.
Berikut daftar lengkap 98 kepala sekolah yang dilantik berdasarkan satuan pendidikan tujuan:
Kepala Sekolah Jenjang SMAN
1. Andina Wijayanti, dari SMAN 2 Gadingrejo ke SMAN 2 Gadingrejo.
2. Arif Joko Pamungkas, dari SMAN 1 Way Serdang ke SMAN 2 Way Serdang.
3. Arief Lando Selingga Puri, dari SMAN 1 Kelumbayan Barat ke SMAN 1 Kelumbayan Barat.
4. Charisma Ganda Megasari, dari SMAN 1 Seputih Raman ke SMAN 1 Way Seputih.
5. Edi Pristiyono, dari SMAN 2 Bandar Lampung ke SMAN 1 Natar.
6. Fairuz Alawy, dari SMAN 2 Way Serdang ke SMAN 1 Mesuji.
7. Hufron Ahmadi, dari SMAN 1 Bandar Negeri Suoh ke SMAN 1 Bandar Negeri Suoh.
8. Ibrahim Malik, dari SMKN 2 Terbanggi Besar ke SMAN 1 Terbanggi Besar.
9. Imam Santoso, dari SMAN 17 Bandar Lampung ke SMAN 2 Punduh Pidada.
10. Indah Theresia Susanti, dari SMAN 4 Kotabumi ke SMAN 3 Kotabumi.
11. Kusnadi, dari SMAN 16 Bandar Lampung ke SMAN 1 Negeri Katon.
12. Maria Nett Sofyan, dari SMAN 1 Kotabumi ke SMAN 3 Tulang Bawang Tengah.
13. Mediawati, dari SMAN 2 Kotabumi ke SMAN 1 Abung Kunang.
14. Meilisa, dari SMAN 2 Bandar Lampung ke SMAN 1 Abung Barat.
15. Natalia Juliana Surya, dari SMAN 10 Bandar Lampung ke SMAN 1 Jati Agung.
16. Nova Ervina, dari SMAN 3 Menggala ke SMAN 1 Gading Aji.
17. Octa Afliandi Umar, dari SMAN 1 Kelumbayan Barat ke SMAN 1 Kelumbayan Barat.
18. Reni Wulandari, dari SMAN 1 Natar ke SMAN 1 Marga Tiga.
19. Ricksa Risalah Patti, dari SMAN 1 Seputih Agung ke SMAN 1 Way Pengubuan.
20. Rinto Jules, dari SMA Negeri 1 Belalau ke SMAN 1 Batu Ketulis.
21. Riyanti Ningsih, dari SMAN 2 Negeri Besar ke SMAN 2 Banjit.
22. Rusmaedy, dari SMAN 1 Kelumbayan Barat ke SMAN 1 Pematang Sawah.
23. Sri Ayu Dewi, dari SMAN 1 Rebang Tangkas ke SMAN 1 Negara Batin.
24. Tri Hanifah, dari SMAN 1 Trimurjo ke SMAN 1 Jabung.
25. Wayan Fedri Krisnanto, dari SMAN 1 Way Serdang ke SMAN 1 Mesuji Timur.
26. Widiani Trisnaningsih, dari SMKN 3 Metro ke SMAN 1 Pekalongan.
27. Burhan Mustofa, dari SMAN 1 Meraksa Aji ke SMAN 2 Dente Teladas.
28. Fredy Kurniawan, dari SMAN 1 Ambarawa ke SMAN 1 Ulubelu.
29. Hernika Zulianda, dari SMAN 1 Talang Padang ke SMAN 1 Wonosobo.
30. Komara Sari, dari SMAN 2 Blambangan Umpu ke SMAN 1 Negeri Agung.
31. Lily Diana Fitri, dari SMKN 3 Kotabumi ke SMAN 1 Negeri Besar.
32. Mudrik Komariyah, dari SMAN 2 Buay Bahuga ke SMAN 1 Pakuan Ratu.
33. Mufiddatun, dari SMAN 1 Way Tuba ke SMAN 1 Way Tuba.
34. Neli F. Rohdina, dari SMAN 1 Kedondong ke SMAN 1 Way Lima.
35. Rita Yani, dari SMAN 1 Seputih Mataram ke SMAN 1 Seputih Mataram.
36. Tri Wahyuni, dari SMAN 2 Kota Agung ke SMKN 1 Kotaagung Barat.
37. Vira Murti Adhi, dari SMAN 9 Bandar Lampung ke SMAN 2 Pringsewu.
38. Waset, dari SMAN 1 Penawartama ke SMAN 1 Penawartama.
39. Widodo, dari SMAN 1 Abung Selatan ke SMAN 2 Tanjung Raja.
40. Amrodi Nurul Huda, dari SMAN 1 Buay Bahuga ke SMAN 1 Bumi Agung.
41. Arief Tiantoro, dari SMKN 1 Menggala ke SMAN 1 Dente Teladas.
42. Dini Saraswati, dari SMAN 1 Sekampung ke SMAN 1 Labuhan Ratu.
43. Hamid Asnan, dari SMAN 1 Sekampung Udik ke SMAN 1 Way Bungur.
44. Iin Syavitri, dari SMAN 1 Sungkai Selatan ke SMAN 1 Muara Sungkai.
45. Laili Fathia, dari SMAN 2 Kalianda ke SMAN 1 Rajabasa.
46. Made Sugriwa, dari SMAN 1 Candipuro ke SMAN 1 Bakauheni.
47. Mahmud Badrun, dari SMAN 4 Kotabumi ke SMAN Wiralaga.
48. Maim anah, dari SMAN 1 Sekampung Udik ke SMAN 1 Gunung Pelindung.
49. Maryeni Nova Yanze, dari SMAN 3 Tulang Bawang Tengah ke SMAN 2 Tulang Bawang Udik.
50. Novi Fitrianty, dari SMAN 2 Menggala ke SMAN 1 Gedung Meneng.
51. Riswo, dari SMAN 1 Kalianda ke SMAN 1 Way Sulan.
52. Sunaryo, dari SMKN 1 Negeri Besar ke SMAN 1 Tulang Bawang Udik.
53. Yenni Satriana, dari SMAN 9 Bandar Lampung ke SMAN 2 Natar.
54. Yesi Merinda, dari SMK Negeri 1 Kebun Tebu ke SMAN 2 Pagar Dewa.
55. Yunila, dari SMAN 4 Kotabumi ke SMAN 4 Kotabumi.
56. Yusuf Supriyadi, dari SMA Negeri 1 Kebun Tebu ke SMA Negeri 1 Kebun Tebu.
57. Aan Sudiyanto, dari SMA Negeri 1 Sukau ke SMA Negeri 1 Sukau.
58. Iin Damaiyanti Sarda, dari SMAN 1 Kotabumi ke SMAN 1 Sungkai Selatan.
59. Ketut Edi Darmawan, dari SMAN 1 Metro ke SMAN 1 Bumi Nabung.
60. Mahfud Siddiq, dari SMAN 1 Seputih Raman ke SMAN 1 Gunung Sugih.
61. Maya Erviana, dari SMA Negeri 1 Rawapitu ke SMA Negeri 1 Rawapitu.
62. Sarman, dari SMA Negeri 1 Liwa ke SMA Negeri 2 Liwa.
63. Sulis Setyaningsih, dari SMAN 1 Wonosobo ke SMAN 2 Ulubelu.
64. Tri Octaria, dari SMAN 1 Padang Cermin ke SMAN Pulau Legundi.
65. Winarni, dari SMAN 1 Tanjung Bintang ke SMAN 1 Pagelaran.
66. Yanik Zahrotullu’Luiyyah, dari SMAN 1 Bukit Kemuning ke SMAN Sungkai Barat.
Kepala Sekolah Jenjang SMKN
1. Dian Novita Dewi, dari SMKN 8 Bandar Lampung ke SMKN 8 Bandar Lampung.
2. Ela Novriyanti, dari SMKN 8 Bandar Lampung ke SMKN 1 Ketibung.
3. Herlis Noviana, dari SMKN 1 Ketapang ke SMKN 1 Sragi.
4. Mimi Luvinta, dari SMKN 1 Bandar Lampung ke SMKN Sukoharjo.
5. Nasrun Ahmad, dari SMKN 2 Kotabumi ke SMKN 1 Gunung Labuhan.
6. Nourma Siti Aisyah, dari SMKN 1 Bandar Lampung ke SMKN 1 Gedong Tataan.
7. Ponimin, dari SMKN 1 Tulang Bawang Tengah ke SMKN 1 Trimurjo.
8. Destamrini, dari SMKN 9 Bandar Lampung ke SMKN Padang Cermin.
9. Duwi Cahyono, dari SMKN 1 Negara Batin ke SMKN 1 Bumi Agung.
10. Ismi Nurhidayati, dari SMK Negeri 1 Suoh ke SMKN 1 Suoh.
11. John Agus Mardison Purba, dari SMK Negeri 1 Way Tenong ke SMKN 1 Rawajitu Utara.
12. Kiki Melya Sari, dari SMKN 1 Kota Agung Barat ke SMKN 1 Kota Agung Timur.
13. Ndharu Lelono, dari SMKN 2 Kotabumi ke SMKN 1 Negeri Agung.
14. Suhendar Fauzi, dari SMKN 1 Negeri Besar ke SMKN 1 Negeri Besar.
15. Viviyanti, dari SMKN 5 Bandar Lampung ke SMKN 1 Sidomulyo.
16. Ardi Susanto, dari SMKN 1 Banjit ke SMKN 1 Banjit.
17. Hepy Novadila, dari SMKN 1 Bandar Lampung ke SMKN Pagelaran Utara.
18. Hidayat Idaman Putra, dari SMK Negeri 1 Krui ke SMK Negeri 1 Krui.
19. Muhammad Ruzabari, dari SMAN 1 Cukuh Balak ke SMKN 1 Cukuh Balak.
20. Rinelda, dari SMKN 1 Natar ke SMKN 1 Merbau Mataram.
21. Wari Wagito, dari SMK Negeri 1 Way Serdang ke SMKN 1 Way Serdang.
22. Dewi Sri Wahyuni, dari SMKN 1 Kotabumi ke SMKN 1 Hulu Sungkai.
23. Feriyansyah, dari SMKN 2 Kalianda ke SMKN 1 Way Panji.
24. Putriana Azriawyhuni, dari SMKN 1 Kotabumi ke SMKN 9 Bandar Lampung.
25. Yety Sisca, dari SMK Negeri 1 Liwa ke SMKN 1 Batu Ketulis.
26. M. Fadly, dari SMKN 2 Kotabumi ke SMKN 1 Buay Bahuga.
27. Tri Wahyuni, dari SMAN 2 Kota Agung ke SMKN 1 Kotaagung Barat.
28. Muhalimi, dari SMKN 1 Pekalongan ke SMKN 1 Braja Selebah.
Kepala Sekolah Jenjang SLB
1. Iskandar Muda, dari SLB N Metro ke SLB N Metro.
2. Bambang Irawan, dari SLB Negeri Pringsewu ke SLB PKK Provinsi Lampung.
3. Satria Jauhari, dari SLB N Baradatu ke SLB N Baradatu.
4. Mas’amah, dari SLBN PKK Provinsi Lampung ke SLBN Lampung Timur. (**)











