Mabes TNI Turun ke Tubaba, Karhutla Jadi Ancaman yang Harus Diantisipasi Sejak Dini

Oplus_131072

TUBABA — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah musim kemarau menjadi perhatian serius. Mengantisipasi potensi bencana tersebut, jajaran Markas Besar (Mabes) TNI bersama Koramil 412-01/TBT turun langsung ke tengah masyarakat melalui sosialisasi pencegahan dan penanggulangan Karhutla.

Kegiatan strategis itu digelar di Balai Tiyuh Mulyajaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Kamis (17/9/2026).

Sosialisasi yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin Brigjen TNI Hasandi Lubis, S.I.P., M.M., M.Han., didampingi sejumlah Perwira Menengah (Pamen) Mabes TNI.

Di antaranya Kolonel Tek Mashusi Sunendar, Kolonel Arh M. Ibnu Sukilan, Kolonel Ckm M. Choirul Anwar, S.Pd., Letkol Laut (H) R. Agung Gunawan, S.H., serta Letkol Laut (T) Nuki Widiasmoro.

Kehadiran jajaran Mabes TNI itu menjadi sinyal bahwa pencegahan Karhutla tidak bisa dilakukan secara sporadis. Ancaman kebakaran membutuhkan kesiapsiagaan lintas sektor dan keterlibatan masyarakat hingga tingkat tiyuh.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimcam dan instansi terkait, di antaranya Kasdim 0412/LU Mayor Cpm Aris Setya Hadi, Kapten Cpm Candra A.W., Kapten Ckm Cristian, S.Pd., Kapolsek TBT Kompol M. Taufik, S.H., M.H., serta Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tubaba Meryasari Umar, S.E.

Dari unsur pemerintahan wilayah, hadir Sekcam TBT Erwan Syahroni, S.E. yang mewakili Camat TBT, Kepala UPTD Puskesmas TBT, serta Kepalo Tiyuh Mulyajaya Ujang Supriyadi, S.H.

Sementara pengamanan dan pengawalan kegiatan dilakukan Batuud Koramil 412-01/TBT Sertu A. Romelan bersama Babinsa Pelda Sukariaman dan Sertu Iwan Sani.

Sekitar 80 peserta dari unsur tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Tulang Bawang Tengah turut mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam arahannya, tim sosialisasi menekankan bahwa pencegahan harus menjadi prioritas utama. Edukasi kepada masyarakat dinilai penting agar potensi kebakaran dapat dikenali dan ditangani sedini mungkin sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

Karhutla bukan hanya persoalan rusaknya vegetasi dan lingkungan. Jika tidak dikendalikan, asap yang ditimbulkan dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga kehidupan sosial warga.

Masyarakat tidak cukup hanya menjadi penonton ketika api sudah membesar. Kesadaran untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, kewaspadaan terhadap titik rawan, serta pelaporan cepat ketika muncul tanda-tanda kebakaran menjadi bagian penting dari upaya pencegahan.

Sosialisasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menghadapi Karhutla membutuhkan kerja bersama. TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, aparat tiyuh, dan masyarakat harus bergerak dalam satu komando pencegahan.

Sebab ketika api sudah membesar, biaya yang harus dibayar bukan hanya tenaga dan anggaran untuk pemadaman, tetapi juga kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan, serta potensi kerugian ekonomi masyarakat. (Budi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *